Banyak Cinta di Maiyah

Selasa, 21 mei 2019 Sebuah pamflet digital masuk ke dalam pesan whatsapp, dari kakak tingkat yang sudah sering datang ke forum maiyah. Dia cukup tahu...

Fokus ke Fi’il, Jangan ke Isim

Terdengar suara tangis lumayan keras saat Cak Noeg, penyair ”Ora Blas Puisi”, menyambut Mbah Nun. Air mata penyair bermuka garang itu seketika tumpah saat...

Menghibur dengan Nada dan Makna

Di sela-sela jadwal padat manggung di beberapa tempat Kota Semarang. Letto meluangkan waktu membersamai jamaah Gambang Syafaat. Kehadiran Letto tentu menjadi daya tarik kawula...

Hujan dan Ideologi Kerahmatan Allah

Keberadaan narasumber yang tidak seperti biasanya akhirnya dimanfaatkan dengan memberikan keleluasaan kepada jamaah untuk menanggapi tema sinau bareng malam itu. Kang Dur lalu mengatur...

Sesama Makhluk Allah Semestinya Menjadikan Kita Bala Kabeh

Kita bersyukur punya Maiyah seperti ini. Semua menjadi bala kabeh. Tidak ada yang membahas politik sampai geger-gegeran. Ini majelis ilmu. Di sini kebaikan dicari...

Bukan Soal Pahlawanmu, Pahlawanku, tapi Pahlawan Kita

Suasana Jannatul Maiyah Gambang Syafaat (GS) 25 November 2018 sedikit berbeda. Biasanya keluarga besar GS melingkar di bawah naungan langit-langit sisi kiri teras Masjid...

Mengingat Kelupaan Diri

Kenapa para jamaah setiap kali acara Gambang Syafaat selalu ada yang bertanya apakah Mbah Nun rawuh atau tidak?. Bahkan ada yang masih bertanya sampai...

Mengulik Jagat Semar

Majelis Masyarakat Maiyah Gambang Syafaat edisi 25 September 2018 kali ini mengangkat tema "Jagat Semar". Istilah "Jagat Semar" ini diambil dari buku karya Mbah...

Membuka Semar Kembali

1/ Bagi masyarakat Jawa, istilah “Punakawan” sudah tidak asing, bahkan hampir di setiap pagelaran budaya dan kesenian tradisional, tokoh ini selalu dihadirkan. Jannatul Maiyah Gambang...

Agar Generasi Baru Dikasihi Tuhan

Malam itu orang lalu lalang melintasi jalan menuju desa Bawu. Tentunya wajar jika orang melintasinya karena memang itu jalur utama. Namun yang membedakan adalah...