blank

Setiap makhluk hidup di dunia ini berhak untuk merasakan kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengemukakan pendapat di muka umum, tentunya dengan bertanggung jawab atas apa yang mereka kemukakan. Hal yang sering dan memicu timbulnya masalah/konflik dalam berkehidupan sosial ini, berawal dari menyalahartikan sebuah kata.
Karena sejatinya setiap makhluk hidup bebas untuk mengutarakan pendapat atau berekspresi di muka umum. Banyak kasus yang berawal dari bentuk sebuah protes atau kritik yang tajam dan berujung pada tindak pidana. Fenomena Itu beberapa kali terjadi, walupun, ini negara demokrasi dan kebebasan berpendapat sudah diatur dalam undang-undang. tapi masih banyak juga orang yang mengkritik pejabat atau orang yang berkuasa malah berujung pada tindakan pidana.
Seharusnya, sebagai negara demokrasi. Demokrasi sendiri, merupakan bagian penting dalam kehidupan bernegara, karena demokrasi memberikan banyak arti penting yang apabila dijabarkan dan diterapkan akan membuat kehidupan bernegara ini terasa adil dan juga tentunya nyaman. Jadi demokrasi memiliki pilar yang mana berpendapat itu bebas, namun berpendapat lah yang bertanggungjawab yang didasarkan pada fakta yang ada. Karena sejatinya di setiap kebebasan kita atau hak kita juga dibatasi oleh hak serta kebebasan orang lain. Maka berpendaplah secara cerdas dan tidak memunculkan perpecahan karena SARA.
kalau bicara soal berpendapat serta kebebasan berpendapat dan berekspresi, forum maiyah menurut saya layak dijadikan contoh atau minimal kita menyelami dan mengamati apa yang dilakukan forum maiyah selama berpuluh-puluh tahun. Di maiyah kita bisa belajar arti sesungguhnya berdemokrasi seperti apa. Demokrasi bukan hanya sebatas selogan semata, tapi di maiyah demokrasi dan berpendapat secara bebas dan bertanggung jawab dimuka umum memang betul-betul dipraktikkan.
Contoh kecilnya salah satunya adalah yang masih terjaganya semangat kesadaran bersama bahwa semua orang yang hadir di forum maiyah berhak untuk berbicara. Semua yang hadir berhak untuk menggemukakan kebenaran menurut versinya masing-masing dan tidak ada paksaan untuk menyetujui atas pendapat yang dikemukakan. Semua orang memiliki kebebasan yang sama untuk menentukan setuju atau tidak setuju.
Berfokuslah yang pertama pada nilai (berpendapat) dalam diri kita masing-masing yang orisinal. Output dari itu adalah kejujuran. maka, ketika kita jujur pasti orang akan mempercayai kita sehingga nilai materialisme (pendapatan) itu akan mengikut dengan sendirinya dalam kehidupan kita.
Fokuslah pada yang otentik nilai yang ada di diri kita. Dan jangan mengadaikan untuk kepentingan materialisme yang sifatnya sesaat apalagi dijual belikan. Karena masyarakat di era sekarang ini dibiasakan oleh budaya industri untuk hanya peka terhadap materi, tanpa ada pertumbuhan kritisisme nilai terhadap materi.
Memang si materi adalah bagian yang paling kasat mata dan konkret dari kehidupan manusia. Negara juga materi,dan semua isi toko-toko yang swalayan atau mall itu juga materi. Tapi, materi adalah bagian yang rendah dan temporer dari manusia.
Dua puluh tahun terakhir ini masyarakat dijauhkan dari nilai oleh kekuasaan atmosfer industri, ada dua akibatnya. Pertama, konsentrasi mereka terserap oleh segala sesuatu yang sifatnya materialistis. Kedua, kalaupun mereka punya kesibukan dengan nilai, bersekolah di fakultas-fakultas yang seolah berkaitan dengan nilai-nilai rohani, atau menjadi aktivis dari pergerakan yang seakan-akan mengurusi nilai, semua itu dipersembahkan kepada cita-cita dan perolehan materi.
Jadi jangan jadi sarjana hanya untuk meraih materi yang lebih besar. Jangan menjadikan pembangunan negara seratus persen pertimbangannya adalah materi. Bahasa jelasnya, jangan nilai dan rohani kita diabadikan kepada hawa nafsu materi.
Jadi di Maiyah Itu, merupakan bagian dari perwujudan demokrasi serta kebebasan berpendapat yang sesungguhnya. Kita di maiyah terus diarahkan untuk menjadi manusia berintelektual murni serta mandiri yang seotentik mungkin dalam menjalani kehidupan ini. Dengan harapan, Sehingga apa yang keluar dari dalam diri kita adalah kebaikan untuk sesama manusia.