Rukun dulu baru sentosa, begitu kira-kira yang dapat kita pelajari dari peristiwa pertengkaran antara Aus dan Khajraj, dua suku Yatsrib yang selalu bertengkar. Pertengkaran itu membuat mereka miskin. Lalu datanglah Rosulullah yang mampu mendamaikan mereka. Usai mereka berdamai dengan kesepakatan piagam Madinah yang ditandatangani seluruh komponen. Bahwa mereka satu komponen itu yang berlainan suku bahkan agama berkewajiban untuk menjaga kedaulatan dan keamanan Madinah.
Usai mereka rukun, tentu saja setelah ada beberapa kali pengkhianatan oleh satah satu pihak maka Madinah menjadi sentosa. Perekonomian madinah menjadi maju, orang-orang merasa aman hidup dan bertempat tinggal di Madinah.
Namun demikian mejadi rukun bukanlah perkara mudah. Orang tahu bahwa bersatu akan menjadi kuat tetapi kenyataannya untuk menjadi bersatu itu ternyata sulit. Hal ini banyak sebabnya, pertama karena ego, keinginan untuk menguasai sendiri. Kebersatuan membutuhkan kerelaan beebagi. Kedua tidak adanya kepemimpinan yang kuat dan dipercaya banyak pihak. Kepemimpinan yang mengatasi yang lain. Syarat kepemimpinan ini adalah ia harus adil sehingga ia dipercaya.
Lalu kapan kita akan rukun? Karena sekarang ini perkara-perkara kecil saja menjadi pertengkaran? Pertanyaan bisa berlanjut, apa yang mengakibatkan kita sulit rukun?
Gambang Syafaat pada ediri Oktober 2022 ini akan belajar tentang ini. Kenapa kita susah rukun? Mengapa kita tidak bisa saling jujur?

Forum Silaturahmi Masyarakat Maiyah Semarang.