Semestapun Menertawakan Kita
Rz-Batam 2010

Bumi Mengeluh,
Sikap kita yang semakin gaduh.
Acuh tak acuh,
Membabi buta menghabiskan kekayaan alam yang dulunya penuh.
Bulan Meradang,
Tiap saat tertabuh genderang perang,
Antar saudara saling bertentang,
Dan tubuh yang tidak seharusnya jadi mayat terus bergelimpang.
Matahari Menyeringai,
Saling membodohi tak pernah usai,
Menjadi kaya jadi harga mati
Walaupun harus dengan jalan mencuri
Bintangpun merana
Yang tidak sepatutnya di contoh malah jadi Idola,
Harus nya menjadi idola kok dianggap hina
Semestapun tertawa,
Melihat tingkah kita yang merasa,
Tak punya apa apa,
Tanpa daya upaya,
Mudah berputus asa,
Semestapun berbisik “andai engkau tahu dan mengerti”
Semua yang ada di alam semesta ini
Ada di dalam raga dan sanubari manusia bumi pertiwi.

•••

Yang Baik
Rz-Batam, Nov 2010

Sandal itu baik,
Lebih baik dari Peci,
Karena dia menjaga kaki kita tetap bersih suci,
Kain keset itu baik,
Karena menjaga lantai rumah kita tetap terjaga kebersihannya,
Gagal itu baik,
Dari gagal, kita mengusahakan cara menemukan keberhasilan kita,
Salah itu baik,
Dari salah kita belajar memperbaiki nya,
Terpuruk itu baik,
Karena akan memaksa kita melakukan perubahan menuju kebangkitan,
Bodoh itu baik,
Memacu kita untuk terus belajar
Dan,
Neraka itu baik,
Karena menyucikan diri dari semua dosa kita

•••

Riak Air Menyembunyikan
Rz-Batam, Nov 2010

Riak air bergandengan dengan langkah kaki,
Riak air bergelombang menampakkan diri,
Riak Air memperkeruh air sungai ini,
Tak tampaklah ada sebuah duri,

Dikira nya duri yang jadi sebab,
Akan yang kaki luka dan berdarah,
Mencoba mebuang duri membabi buta,
Eh malah tambah terluka kaki yang sebelah,
Tanganpun kena juga,

Ahh memang duri yang membuat kaki ini terluka,
Memang duri pula yang melukai tangan,
Tapi bukan duri yang menjadi sumber mala petaka ,
Karena kita tidak bisa melihat dengan seksama,
Ada duri bersemayam di dasar muara,

Jika,bisa lebih tenang diri,
Untuk menunggu sang riak air pergi,
Karena dengan begini,
Dasar sungaipun bisa jelas terlihat tanpa ada yang tersembunyi,
Eh di situ ada duri,
Bisa kita ambil,
Bisa juga hindari,

Biarkan air tetap tenang,
Dan usahakan air tetap tenang,
Karena dengan ketenangan,
Segalanya bisa menjadi lebih terang dan gamblang.

•••

Ejekan Sang Iblis untuk Manusia Indonesia
Rz-Batam, Nov 2010

Hahaha, Manusia.. manusia..
Sungguh kasihan kamu manusia,
Dipermainkan Oleh Tuhan kita,
Diciptakan banyak wanita cantik yang berseliweran di depanmu,
Tapi dilarang berzina,
Diperbolehkan kamu memilih 2 bahkan 3 dari wanita itu,
Tapi kamu harus adil dan tuhanpun menyangsikan keadilanmu ??

Manusia.. manusia…
Dibuatkan kamu keinginan yang tidak terbatas..
Dirajam kamu dengan sarana pemenuhan yang sangat berbatas,
apa gak pegel tuh nahan keinginan mu yang terus menggebu..?

Wahai golongan terakhir keturunan Adam,
Jauh nian kamu dari sumber pengetahuan,
sampai kamu pun gak tau lagi mana kebenaran ?
Mana utara mana selatan ?
Mana pencerahan dan mana penyesatan ?

Hahaha,
Terpingkal-pingkal aku melihat mu,
Menganggap bisikanku sebagai bisikan Tuhan,
Mengiyakan ajakanku laksana engkau di ajak oleh Tuhan,
Padahal bisikan dan ajakanku itu kulakukan dengan setengah hati,
Karena saking mudahnya engkau aku pengaruhi.

Aduh.. manusia-manusia
Wahai umat Rosul terbesar sepanjang masa,
kamu pun sudah gak tau mana dosa mana pahala,
Bisa-bisanya kamu mencari pahala dengan berdosa,
Dan mencari dosa di ladang pahala..
Sampai aku pun bingung dengan ini semua ?
Ini bukan lagi anak cucu saya merasuki anda
Tapi andalah para manusia yang merasuki anak cucu saya

Waahahaha
Wahai manusia indonesia,
Kamupun bikin bingung para malaikat pencatat amal,
Terbolak-balik mereka memasukan data,

Mana amal baik mana maksiat,
Kamu sangat pintar memutar balikkan kata dan usaha,
Gelap seakan terang , terang seakan gelap gulita,

Waduh manusia Indonesia,
Jika kalian terus-terusan begini,
Kamipun akan rugi,
Karena tidak bisa lagi menepati janji,
Untuk menjadi pengacau Hati
Atas perintah Ilahi Robi.