Kalau dibuat angka maka 19 adalah lebih banyak dari 18 dan lebih sedikit dari 20. Melalui beberapa angka untuk mencapai sembilan belas dan setiap angka memiliki sekala waktu untuk mengucapkannya. Di skala waktu tersebut memiliki tempo pengucapan yang sama tapi juga bisa berbeda. Kalau kita melangkahkan kaki menaiki tangga, satu persatu untuk mencapai tangga ke sembilan belas memiliki tempo langkah yang bisa cepat tapi juga bisa lambat. Melangkah cepat untuk bisa mencapai tujuan dan lambat untuk menikmati setiap jengkal langkah yang kita naiki. Cepat dan lambat adalah proses keinginan di mana keinginan itu memiliki tujuan yang sama.

Sembilan belas adalah umur yang sudah memiliki kartu identitas kependudukan secara prosedur aturan pemerintah bagi seorang anak. Seseorang yang sudah remaja bahkan bagi wanita sudah bisa untuk menikah membangun keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Bagi pria adalah masa ia mencari jati dirinya melalui berbagai pengalaman vertikal maupun horizontal bergelut dengan sistematika kehidupan sosial, bermasyarakat, dan Tuhan. Tentu baik wanita maupun pria memiliki pengalamannya sendiri-sendiri sesuai angin kehidupan yang dijalaninya.

Sembilan belas adalah waktu malam jika dilihat dari ukuran jam. Waktu isya’, meski kadang waktu sholat isya’ bisa kurang dari angka 19, kadang juga lebih, namun condongnya adalah menunjukkan sudah saatnya untuk isya’. Isya’ adalah waktu menjelang malam sesudah lenyapnya sinar merah di ufuk barat. Artinya, di waktu ini setiap rumah menyalakan lampu sebagai penerang atau sejenisnya seperti lilin, lampu pijar, dan lain-lain karena di Indonesia mungkin ada yang belum keseluruhan menggunakan listrik.
Isya sangatlah panjang durasi waktunya sehingga kebanyakan orang Islam menggunakan waktu-waktu tersebut untuk urusan vertikal dengan Tuhannya. Waktu yang sangat pas untuk sejenak menyepi setelah riuhnya gemuruh suara-suara bising di siang hari serta waktu untuk mengistirahatkan diri dari rasa lelah akan pekerjaan-pekerjaan yang digeluti seseorang.

Gambang Syafaat dengan angka sembilan belasnya yang lebih banyak dari angka delapan belas dan lebih sedikit dari angka dua puluh adalah penengah perjalanan antara delapan belas dan dua puluh. Satelit di antara simpul-simpul maiyah dan manusia yang terus berjuang di dekatnya. Sudah bisa mengajar ngaji untuk anak-anak yang baru mengeja huruf demi huruf, kalimat demi kalimat, tajwid serta makhorijul huruf dengan tempo pengajaran yang cepat maupun lambat.

Gambang Syafaat seperti isya’ yang menunjukkan seseorang agar menyalakan lampu dari gelapnya malam serta mengingatkan mereka akan isi dari kesunyian bersama Tuhan. Tak luput dari itu bahwa isya’ juga mengingatkan akan merelaksasi diri dengan istirahat dari berbagai permasalahan-permasalahan dunia yang sudah menerpa diri seseorang.

Gambang Syafaat seperti remaja yang sudah memiliki KTP sebagai identitas pengakuan akan kependudukan sosial bermasyarakat. Laki-laki yang mencari jati diri, menemukan yang hakiki serta bagai perempuan yang sudah layak menjajaki pernikahan dengan sakinah, mawaddah, warahmah dari restu orang tua, teman dan saudara-saudaranya.