Shodakoh, memberi tanpa syarat. Memberi dengan ikhlas, tanpa pamrih. Memberi hanya karena Allah. Semangat memberi seperti inilah yang kiranya akan menyelamatkan Indonesia. Semangat memberi ini adalah antitesis dari tren saat ini yang cenderung mengambil, bahkan mencuri Indonesia.

Kita menyalahartikan dongeng dan dendang tentang negeri ini, Indonesia yang sakti, negeri kita yang kaya sebagaimana syair lagu Indonesia Raya tiga stanza. Karena anggapan yang kaya itu kemudian kita merenguknya, mengurasnya, tanpa berpikir tentang keberlangsungan. Kita mereguk tanpa menyemai, menanam, nandur. Kita tidak menahan diri (puasa) sedikitpun untuk menyisakan bagi masa depan.

Sebuah pilihan bagi kita untuk hidup atau menghidupi, menjadi pupuk atau benalu bagi sebuah pohon besar bernama Indonesia.

Pada 25 Desember 2017 ini Gambang Syafaat tepat berusia 18 Tahun sebuah usia yang cukup panjang. Dari berdirinya hingga sekarang didasari sebagai cara para penggiat dan jamaahnya untuk saling memberi, tempat bersedekah satu sama lain. Semoga tetap istiqomah. (Redaksi – hjr).